Minggu, 02 September 2012

5 Cara Baru untuk Menikmati Keindahan Kota Jakarta


5 Cara Baru untuk Menikmati Keindahan Kota Jakarta





Jakarta masih punya paras cantik nan eksotis. Hal ini, tergantung
bagaimana cara Anda menikmatinya. Banyak cara yang bisa dilakuan untuk
menikmati cantiknya Ibukota. Mau tahu?





Kalau hanya duduk di dalam mobil pribadi atau keliling seharian di mal
di Jakarta, itu sudah biasa. Cobalah bereksperimen dan lakukan 5 jurus yang
detikTravel kumpulkan, untuk menikmati keindahan Kota Jakarta:





1. Berkeliling kota dengan bus TransJakarta





TransJakarta, angkutan umum modern di Jakarta yang murah meriah. Dengan
hanya membayar Rp 3.500 per orang, pelancong sudah bisa keliling Jakarta dan
sampai di beberapa titik lokasi wisata. Destinasi wisata yang dilewati oleh bus
Transjakarta, seperti Monumen Nasional (Monas), Museum Nasional, Bundaran HI,
Ancol, dan Ragunan.





Untuk menambah kenyamanan selama melakukan perjalanan menggunakan bus
Transjakarta, traveler perlu mengetahui koridor dan tempat pemberhentian. Kalau
tidak mengetahui tempat pemberhentian yang ingin dituju, Anda bisa bertanya
kepada petugas yang ada di dalam bus, melihat peta Jakarta yang dilengkapi
dengan rute Transjakarta, atau melihat papan informasi di halte Transjakarta.





Kondisi bus yang ber-AC dan bersih pun melengkapi kenyamanan pelancong
saat keliling Jakarta. Lebih asyik lagi, jika perjalanan Anda dilakukan pada
hari Sabtu atau Minggu.





2. Bersepeda malam hari di sekitar Monas





Menikmati udara sejuk Jakarta, bukan hal yang mustahil. Cobalah Anda
keliling Jakarta pada malam hari. Eits, tunggu dulu! Bukan menggunakan mobil
atau pun motor. Sedikit berolahraga dengan menggowes sepeda di jalan sekitar
Monas bisa jadi ide bagus. Selain menyehatkan, Anda juga bisa menikmati suasana
jantung Ibukota yang lebih sejuk dan cantik.





Anda bisa mengelilingi Jalan Medan Merdeka dengan menggunakan sepeda
dengan leluasa. Selain udara yang lebih sejuk, saat malam hari volume kendaraan
yang melewati daerah tersebut cenderung lebih sepi.





Bersepeda santai dengan beberapa teman saat malam hari, bisa jadi cara
asyik menikmati Jakarta. Setelah puas mengelilingi jantung Ibukota, Anda bisa
beristirahat di pelataran taman Monas sambil menikmati keindahan monumen yang
menjadi ikonnya Jakarta.





3. Menyeberang ke Kepulauan Seribu





Bosan dengan panorama Ibukota yang penuh dengan gedung pencakar langit,
Anda bisa bergeser ke utara Jakarta. Ya, lebih tepatnya ke Kabupaten Kepulauan
Seribu. Anda bisa melihat sisi lain Kota Jakarta yang memiliki panorama laut,
ombak, karang, dan pulau-pulau yang selalu menarik untuk disinggahi.





Panorama cantik perairan di seberang Jakarta tersaji di depan mata,
selama pelancong menyeberang ke Kepulauan Seribu. Tidak hanya itu, wisatawan
juga akan melewati pulau-pulau yang masuk dalam gugusan Kepuauan Seribu. Selama
perjalanan, Anda bisa bertanya tentang nama-nama pulau atau informasi lainnya
tentang Kepulauan Seribu kepada awak kapal.





Untuk melakukan penyeberangan ini, wisatawan bisa menggunakan kapal
cepat atau kapal kayu. Bila ingin menikmati perjalanan lebih lama, traveler
bisa memilih kapal kayu sebagai alat penyeberangan. Tapi jika tidak ingin
terlalu lama di perjalanan, tentunya kapal cepat menjadi pilihan yang tepat.





4. Memotret hiruk pikuk Jakarta malam hari





Hiruk pikuk memang sudah melekat sebagai identitas khusus Jakarta. Pagi,
siang, atau malam riuh suasananya tak pernah hilang. Jakarta malam hari,
nyatanya tetap telihat produktif di beberapa lokasi.





Cahaya lampu jalanan serta kelap-kelip lampu dari gedung-gedung pencakar
langit, membuat jakarta lebih eksotis saat malam. Tidak ada ruginya
mengabadikan suasana malam Ibukota melalui jepretan-jepretan kamera Anda.





Untuk melancarkan jurus ini, beberapa spot seperti Bundaran HI,
pelataran Monas, sekitar jalan Kota Tua, dan lain-lain bisa menjadi spot
pilihan Anda. Datanglah bersama teman, agar suasana lebih ramai dan seru!





Namun, pastikan kendaraan terparkir di tempat aman atau dekatkan dengan
diri Anda. Jangan sampai, Anda asyik berburu foto dan melupakan barang-barang
Anda yang lainnya.





5. Wisata ke pasar tradisional di Jakarta





Jangan hanya melihat mal! Di Jakarta banyak terdapat pasar tradisional
yang asyik buat dikunjungi. Selain jalan-jalan, wisatawan juga bisa berburu
barang-barang murah yeng berkualitas di pasar-pasar tersebut.





Kenyataannya, Ibukota punya banyak pasar tradisional yang unik dan khas.
Ada Pasar Bunga Rawa Belong dan Pasar Aksesoris Asemka di Jakarta Barat, aneka
mainan di Pasar Gembrong, Jakarta Timur, baju-baju di Pasar Senen, Tanah Abang,
dan Pasar Baroe di Jakarta Pusat, sampai Pasar Sepatu Taman Puring dan Pasar
Kain Mayestik di Jakarta Selatan.





Di pasar tradisional Anda bisa belanja baju, kain, aksesoris, sepatu,
makanan, sampai mainan dengan harga yang bisa disesuaikan dengan budget.
Ajaklah keluarga atau teman terdekat untuk berwisata belanja di Ibukota tanpa
harus memikirkan harga yang melambung seperti di mal.





Keuntungan lain belanja di pasar tradisional, wisatawan bisa menawar
barang dagangan hingga mencapai harga yang sesuai dengan kantong. Tapi ingat!
Saat berkunjung ke pasar-pasar ini, Anda harus ekstra hati-hati menjaga semua
barang bawaan jangan sampai ada yang tertinggal atau hilang.





Jurus-jurus ini bisa Anda coba untuk melihat sisi lain Jakarta. Tidak
melulu soal macet, Jakarta juga masih punya pesona dan daya tariknya.


ads

Ditulis Oleh : OKE Hari: 02.00 Kategori:

0 komentar:

Posting Komentar